Pengadegan, Wangon – Di tengah ketenangan Dusun Sawangan Kidul, Desa Pengadegan, berdiri sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan spiritual warga setempat. Mushola Baitussalam, yang terletak di wilayah RT 05 RW 05, bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat kegiatan kemasyarakatan yang tetap eksis lintas generasi.

Mushola Baitussalam memiliki nilai historis yang cukup dalam bagi warga Sawangan Kidul. Bangunan ini mulai didirikan sekitar tahun 1981. Selama lebih dari empat dekade, mushola ini telah mengalami berbagai dinamika zaman, namun tetap kokoh berdiri sebagai pemersatu warga.

Keberadaannya yang legendaris menjadikan Baitussalam sebagai simbol keguyuban warga dalam menjaga warisan para sesepuh desa.

Keberlangsungan kegiatan di Mushola Baitussalam tidak lepas dari peran para pengurusnya yang berdedikasi. Saat ini, kepengurusan ta’mir dipegang oleh Bapak Sholihun dan Bapak Ikhwan. Keduanya bahu-membahu mengelola operasional mushola agar selalu nyaman bagi jamaah.

Untuk urusan spiritual dan bimbingan ibadah, mushola ini memiliki imam yang disegani, yaitu Bapak Syafi’i dan Bapak Makhtum. Di bawah bimbingan mereka, salat berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya berjalan dengan khusyuk dan tertib.

Mushola Baitussalam sangat aktif dalam menghidupkan kegiatan keagamaan, khususnya bagi kaum perempuan. Berbagai rutinitas telah dijadwalkan secara apik:

  • Muslimat (Jumat Pon): Setiap Jumat Pon, mushola dipenuhi oleh ibu-ibu anggota Muslimat dan Fatayat yang berkumpul untuk pengajian dan koordinasi kegiatan sosial.
  • Fatayat (Minggu Pon): Khusus untuk pemudi dan ibu muda yang tergabung dalam Fatayat, pertemuan rutin diadakan setiap Minggu Pon sebagai ajang silaturahmi dan belajar bersama

Salah satu daya tarik unik dari Mushola Baitussalam adalah semangat para pemudinya dalam melestarikan seni islami. Setiap hari Sabtu, anggota Fatayat rutin mengadakan latihan hadroh.

Suara tabuhan terbang dan selawat yang dilantunkan setiap akhir pekan ini tidak hanya memperindah suasana desa, tetapi juga menjadi sarana bagi generasi muda untuk mencintai budaya Islam.


“Mushola Baitussalam adalah bukti bahwa dengan gotong royong, sebuah tempat ibadah bisa terus hidup dan memberikan manfaat bagi banyak orang sejak tahun 80-an hingga sekarang.”

Share your love
desapengadeganmaju
desapengadeganmaju
Articles: 63

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *