Pengadegan, Wangon — Mahasantri Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia Leler bersama Linmas Desa Pengadegan berhasil merealisasikan program pemasangan plang informasi pada Selasa, 13 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian mahasantri di bidang sosial kemasyarakatan yang berfokus pada edukasi dan mitigasi bencana di tingkat desa.
Pemasangan papan informasi tersebut dilaksanakan dengan melibatkan Linmas Desa Pengadegan yang dikoordinasikan oleh Arlim. Sinergi antara mahasantri dan aparat desa ini menjadi wujud nyata kolaborasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.


Dalam kegiatan tersebut, sebanyak lima plang informasi berhasil dipasang di sejumlah titik strategis. Rinciannya, satu plang titik kumpul dipasang di depan Balai Desa Pengadegan sebagai lokasi evakuasi utama. Selain itu, satu plang peringatan daerah rawan longsor dipasang di Dusun Banaran, mengingat wilayah tersebut memiliki potensi risiko bencana tanah longsor. Adapun tiga plang jalur evakuasi dipasang di Pertigaan Sawangan, Dusun Sawangan Wetan, dan Dusun Penusupan guna memudahkan warga saat terjadi keadaan darurat.



Mahasantri KKN Ma’had Aly Andalusia sendiri hadir di Desa Pengadegan dengan membawa berbagai program yang mencakup tiga bidang utama, yaitu sosial kemasyarakatan (termasuk digitalisasi), keagamaan, dan keprodian. Salah satu program unggulan di bidang digitalisasi adalah pengembangan portal informasi desa desapengadegan.id, yang menjadi pusat informasi dan publikasi kegiatan desa.


Portal tersebut merupakan gagasan mahasantri KKN yang direalisasikan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Pengadegan, serta difasilitasi oleh Sekretaris Desa Pengadegan, Nashirin, S.H. Kehadiran website desa ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi informasi sekaligus menjadi sarana komunikasi digital antara pemerintah desa dan masyarakat.
Dengan mengusung semboyan “Ngaji • Dakwah • Digitalisasi • Edukasi • Pengabdian Masyarakat”, Mahasantri KKN Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia berkomitmen untuk terus berkontribusi aktif dalam pembangunan desa, baik melalui pendekatan keilmuan, keagamaan, maupun sosial kemasyarakatan.

