Penutupan KKN Mahasantri Ma’had Aly Andalusia Kelompok 3 di Desa Pengadegan Berlangsung Penuh Haru

Pengadegan — Acara Penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasantri Ma’had Aly Andalusia Kelompok 3 di Desa Pengadegan berlangsung khidmat, penuh kekeluargaan, dan sarat suasana haru, Senin (26/1/2026). Kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Desa Pengadegan ini dihadiri lebih dari 150 peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh agama, Rijalul Ansor, Muslimat NU, para kyai, ustadz, serta masyarakat setempat.

Penutupan KKN ini menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasantri Ma’had Aly Andalusia yang selama beberapa waktu terakhir aktif berkontribusi melalui berbagai program sosial kemasyarakatan, keagamaan, keprodian, serta program unggulan digitalisasi desa. Tidak sekadar seremoni perpisahan, acara ini juga menjadi refleksi keberhasilan kolaborasi antara mahasantri KKN dengan masyarakat dan Pemerintah Desa Pengadegan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan Surah Al-Fatihah yang dipimpin oleh MC dari unsur mahasantri KKN, sebagai bentuk tawassul dan permohonan keberkahan. Suasana khusyuk semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Gus Nahja Muhammad Abdul Hakim, yang menguatkan nilai spiritual dalam penutupan KKN tersebut.

Ketua KKN Kelompok 3, Rakhmat Puji Iriyanto, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Desa Pengadegan apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan. Ia juga mengucapkan terima kasih atas penerimaan, dukungan, dan kebersamaan yang terjalin erat.

“Perpisahan ini hanyalah simbolis. Silaturahmi antara kami dan masyarakat Desa Pengadegan insyaallah akan terus terjaga,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh tokoh agama Desa Pengadegan, Kyai M. Roziqon. Menurutnya, KKN Mahasantri Ma’had Aly Andalusia memiliki keunikan dan perbedaan yang signifikan dibandingkan KKN lainnya.

“Program-programnya terasa nyata, selalu menjalin komunikasi dengan masyarakat, dan benar-benar hadir serta menyatu dalam kehidupan sosial-keagamaan warga,” tuturnya.

Agenda inti penutupan disampaikan oleh Ramah Tegar Pambudi, yang memaparkan laporan realisasi seluruh program KKN, meliputi program sosial kemasyarakatan, keagamaan, keprodian, serta program unggulan digitalisasi desa melalui pengembangan portal resmi Desa Pengadegan.

Dalam suasana penuh haru, Ramah menyampaikan terima kasih mendalam kepada masyarakat, tokoh agama, Muslimat NU, serta Pemerintah Desa Pengadegan atas dukungan selama KKN berlangsung. Puncaknya, dilakukan penyerahan website resmi Desa Pengadegan kepada Pemerintah Desa sebagai bentuk kontribusi berkelanjutan pasca-KKN.

Koordinator Lapangan KKN Ma’had Aly Andalusia, K.H. Ahmad Suwardi, S.Pd., turut memberikan sambutan. Ia menyampaikan apresiasi serta permohonan maaf atas nama pihak KKN apabila selama kegiatan terdapat kekurangan. Kehadiran beliau terasa istimewa karena juga merupakan ayah dari salah satu mahasantri KKN, sehingga nuansa emosional semakin kuat.

Sementara itu, Kepala Desa Pengadegan, Bapak Kursiwan, mewakili Pemerintah Desa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasantri KKN yang telah mencurahkan waktu, tenaga, dan pemikiran demi kemajuan dan kebermanfaatan masyarakat Desa Pengadegan.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video dokumenter yang menampilkan perjalanan KKN dari awal hingga akhir, menghadirkan kembali kenangan dan kebersamaan yang mengundang rasa haru.

Pengajian kemudian disampaikan oleh Ibu Nyai Qurrotul Aini Farida, S.Pd.I., M.Pd., dengan gaya dakwah khas Jawa yang dipadukan dengan ilustrasi wayang dan penjelasan filosofi gunungan. Tausiyah beliau menekankan pentingnya peningkatan ibadah di bulan Sya’ban, keutamaan malam Nishfu Sya’ban, serta menjaga anggota tubuh dari perbuatan maksiat. Pengajian semakin semarak dengan iringan hadroh Muslimat NU Desa Pengadegan.

Rangkaian acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H. Mukhtar Nawawi, sebagai harapan agar seluruh amal pengabdian KKN diterima dan membawa keberkahan.

Penutupan KKN Mahasantri Ma’had Aly Andalusia Kelompok 3 ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pendidikan pesantren, nilai keagamaan, dan masyarakat mampu melahirkan pengabdian yang berdampak dan berkesan. KKN bukan sekadar program akademik, melainkan ikatan sosial dan spiritual yang akan terus terjalin antara mahasantri dan masyarakat Desa Pengadegan.

Share your love
Pemdes Pengadegan
Pemdes Pengadegan
Articles: 29

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *