Pengadegan, Wangon – Meski berada di wilayah yang cukup terpencil dan jauh dari pusat keramaian, SDN 3 Pengadegan membuktikan bahwa keterbatasan akses bukanlah penghalang untuk mencetak generasi berprestasi. Sekolah ini menjadi satu-satunya tumpuan pendidikan bagi anak-anak di wilayah Dusun Bulu Rempag dan Sawiara.

Terletak di RT 02 RW 11 Dusun Bulu Rempag, Desa Pengadegan, sekolah ini berdiri di lokasi yang cukup menantang. Berada jauh dari pusat desa dan memiliki akses jalan yang tidak mudah, SDN 3 Pengadegan menjadi sekolah “penyelamat” bagi warga sekitar agar anak-anak mereka tetap bisa mengenyam pendidikan dasar tanpa harus menempuh perjalanan yang terlalu jauh ke pusat kecamatan.
Saat ini, SDN 3 Pengadegan dipimpin oleh Dwi Okto H, S.Pd. Dalam menjalankan operasional sekolah sehari-hari, beliau dibantu oleh tim yang solid terdiri dari 9 orang guru dan petugas sekolah. Meski jumlah personelnya terbatas, dedikasi mereka dalam mendidik siswa di wilayah pelosok patut diacungi jempol.


Selain kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum nasional, SDN 3 Pengadegan memiliki program harian khusus untuk membentuk karakter dan spiritualitas siswa. Setiap pagi sebelum mulai belajar, siswa diajak melakukan kegiatan rutin yang berbeda setiap harinya:
- Senin: Pelaksanaan Upacara Bendera untuk memupuk jiwa nasionalisme.
- Selasa: Pembacaan Asmaul Husna bersama-sama.
- Rabu: Melantunkan hafalan surat-surat pendek Al-Qur’an.
- Kamis: Praktik membaca doa-doa harian.
- Jumat: Pendalaman materi agama dengan membaca doa-doa dalam sholat.
Untuk kegiatan non-akademik, sekolah mewajibkan seluruh siswa mengikuti ekstrakurikuler Pramuka. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan kerja sama tim antar siswa.
Kerja keras para guru dan siswa membuahkan hasil yang membanggakan. Dalam periode semester pertama (Juli hingga Desember 2025), SDN 3 Pengadegan berhasil memborong 7 buah piala dari berbagai perlombaan.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di sekolah pinggiran mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang berada di pusat kota. Semangat juang siswa di Dusun Bulu Rempag ini diharapkan dapat terus meningkat, membuktikan bahwa “mutiara” tetap bisa bersinar meski berada di tempat yang tersembunyi.

