Pengadegan, Wangon — Masjid Baitul Makmur menjadi salah satu masjid besar dan strategis yang memiliki peran penting dalam kehidupan keagamaan masyarakat Dusun Sawangan, Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Masjid ini berlokasi di RT 04 RW 05, Dusun Sawangan, dengan posisi yang berada di tepi jalan raya dan kawasan padat penduduk, sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat setempat maupun warga dari luar desa.
Sebagai tempat ibadah, Masjid Baitul Makmur dikenal sangat aktif dengan jumlah jamaah yang cukup banyak. Pelaksanaan salat lima waktu, salat Jumat, serta berbagai ibadah lainnya selalu diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan. Kondisi ini menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan yang hidup dan dinamis.
Masjid Baitul Makmur juga memiliki peran penting dalam pembinaan keagamaan masyarakat. Rois Syuriah Desa Pengadegan, Kyai Ahmad Djazuli, rutin menjadi imam di masjid ini. Kehadiran beliau memberikan nilai lebih bagi jamaah, sekaligus menjadi teladan dalam pelaksanaan ibadah dan kehidupan keagamaan sehari-hari.
Selain itu, kegiatan pengajian rutin juga dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur. Kyai Mukhtar Nawawi secara istiqamah menggelar kajian kitab Bulughul Maram setiap hari setelah salat Magrib. Kajian ini terbuka untuk umum dan diikuti oleh jamaah dengan antusias, sebagai sarana memperdalam pemahaman hadis dan fikih dalam kehidupan sehari-hari.


Masjid Baitul Makmur juga dimanfaatkan sebagai pusat pendidikan keagamaan bagi anak-anak. Setelah salat Asar dan Magrib, masjid ini menjadi lokasi kegiatan belajar Madrasah Diniyah Hidayatus Shibyan. Madrasah diniyah ini digagas oleh Ustadz Roziqon dengan tujuan memberikan pendidikan agama dasar kepada generasi muda di Dusun Sawangan dan sekitarnya.
Selain itu, tiga orang mahasantri KKN Ma’had Aly Andalusia Leler juga mendapatkan kehormatan untuk merealisasikan program kerja mereka di Masjid Baitul Makmur. Program tersebut meliputi keterlibatan aktif dalam kegiatan Madrasah Diniyah Hidayatus Shibyan serta pengisian dan pendampingan kajian kitab Bulughul Maram. Kehadiran para mahasantri KKN ini diharapkan dapat menambah semangat belajar jamaah serta memperkuat kegiatan keagamaan yang telah berjalan secara rutin di masjid tersebut.
Padatnya kegiatan ibadah dan pendidikan menjadikan Masjid Baitul Makmur tidak hanya berfungsi sebagai tempat salat, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pengembangan ilmu keislaman. Dengan lokasi yang strategis serta dukungan jamaah yang aktif, Masjid Baitul Makmur terus berperan sebagai pusat kegiatan religius yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat Desa Pengadegan dan sekitarnya.

