Sumur Jolang Kali Teplok, Tapak Sejarah Desa Pengadegan yang Kembali Dihidupkan

Pengadegan, Wangon – Mahasantri Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia melaksanakan kegiatan kerja bakti bersama warga pada Jumat pagi, 9 Januari 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di RT 4 RW 5 Dusun Kali Teplok, Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas.

Kerja bakti ini melibatkan warga setempat dan difokuskan pada pembersihan lingkungan dalam dan luar Masjid Al-Amin. Selain itu, mahasantri KKN bersama warga juga bergotong royong merenovasi pagar keliling masjid serta memperbaiki lampu penerangan jalan di sekitar lokasi. Antusiasme warga terlihat tinggi, dengan jumlah peserta lebih dari 30 orang yang terdiri dari bapak-bapak dan ibu-ibu. Kegiatan ini dikoordinasikan oleh Ustadz Syafi selaku tokoh setempat.

Di sela waktu istirahat, salah satu warga menyampaikan kepada mahasantri KKN bahwa di samping Masjid Al-Amin terdapat tapak sejarah Desa Pengadegan yang dikenal dengan nama Sumur Jolang. Mendapat informasi tersebut, Ramah Tegar Pambudi, salah satu mahasantri KKN Kelompok 3, meminta untuk diantar melihat langsung lokasi sumur tersebut.

Saat tiba di lokasi, kondisi Sumur Jolang tampak tertutup rerumputan dan hampir tidak terlihat. Melihat kondisi tersebut, mahasantri KKN bersama warga Dusun Kali Teplok segera melakukan gotong royong untuk membersihkan area sekitar sumur. Kegiatan ini menjadi bagian dari program sosial kemasyarakatan yang dijalankan oleh Mahasantri KKN Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia.

Sumur Jolang
sumur Jolang

Berdasarkan keterangan warga, Sumur Jolang dibangun pada era 1890-an, jauh sebelum masa Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada masanya, sumur ini menjadi pusat sumber air bagi warga sekitar. Sumur Jolang juga dikenal dengan nama Sumur Panguripan, yang memiliki nilai sejarah dan budaya bagi masyarakat Desa Pengadegan.

Pada 14 Juli 2017, Kepala Desa Pengadegan saat itu, Bpk. Nisam Sukma Jaya, meresmikan sekaligus melakukan pengelolaan awal terhadap Sumur Jolang sebagai salah satu warisan budaya desa dengan melakukan perbaikan fisik di area sumur.

Ketua RW 8 Dusun Kali Teplok, Suswanto, menyampaikan komitmennya untuk merekondisi dan memperbaiki Sumur Jolang agar tetap terawat dan dikenal oleh generasi muda sebagai situs sejarah Desa Pengadegan. Sumur Jolang sendiri berlokasi di RT 5 RW 5 Dusun Kali Teplok, Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon.

Kegiatan pembersihan dan pendataan Sumur Jolang ini menjadi bukti nyata kontribusi Mahasantri KKN Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Selain aksi lapangan, kegiatan ini juga didukung dengan dokumentasi dan penggalian data sejarah yang valid untuk dipublikasikan melalui portal berita Desa Pengadegan.

Portal informasi pengadegan.id merupakan bagian dari program digitalisasi desa yang digagas oleh Mahasantri KKN Kelompok 3 Ma’had Aly Andalusia bekerja sama dengan Pemerintah Desa Pengadegan, serta difasilitasi oleh Sekretaris Desa Pengadegan, Nashirin, S.H. Keberadaan portal ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi sekaligus sarana pelestarian sejarah dan budaya desa.


Share your love
desapengadeganmaju
desapengadeganmaju
Articles: 63

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *