Desa Pengadegan, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, memiliki berbagai lembaga pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam pembinaan generasi muda. Salah satunya adalah TPQ Hidayatus Shibyan, sebuah lembaga pendidikan Islam yang fokus pada pembelajaran Al-Qur’an dan dasar-dasar agama Islam bagi anak-anak.
TPQ Hidayatus Shibyan berlokasi di RT 04 RW 05 Dusun Sawangan, Desa Pengadegan, Wangon, Banyumas. Keberadaannya sudah lama dikenal masyarakat dan menjadi rujukan utama bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan agama sejak dini kepada anak-anak mereka.


Hingga saat ini, TPQ Hidayatus Shibyan tercatat sebagai TPQ terbesar di Desa Pengadegan. Lembaga ini berdiri secara resmi di bawah naungan lembaga TPQ dan terus mengalami perkembangan yang signifikan, baik dari segi jumlah santri maupun kualitas pembelajaran.
Kepala TPQ Hidayatus Shibyan, Ustadz Muhammad Roziqon, menyampaikan bahwa pihaknya memiliki harapan besar untuk mengembangkan TPQ ini menjadi Madrasah Diniyyah dengan kurikulum terpadu, tanpa meninggalkan sistem dasar TPQ. Menurutnya, rencana tersebut muncul sebagai respon atas meningkatnya jumlah santri serta kebutuhan akan sistem pembelajaran agama yang lebih efektif dan berkelanjutan.
“Dengan bertambahnya santri dan kebutuhan pendalaman ilmu agama, kami mencoba mengembangkan sistem Madrasah Diniyyah, khususnya bagi para alumni TPQ, agar pembelajaran tetap berkesinambungan,” ujar Ustadz Roziqon.
Selain menjabat sebagai kepala TPQ dan Madrasah Diniyyah Hidayatus Shibyan, Ustadz Muhammad Roziqon juga merupakan Ketua Rijalul Ansor Desa Pengadegan, yang menunjukkan peran aktif beliau dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Saat ini, jumlah santri TPQ Hidayatus Shibyan telah mencapai 109 santri, yang terbagi dalam empat kelas pembelajaran. Proses belajar mengajar didukung oleh lebih dari 10 tenaga pengajar, yang secara rutin mendampingi santri dalam memahami Al-Qur’an, fikih dasar, akhlak, sejarah dan pelajaran keislaman lainnya.
TPQ Hidayatus Shibyan sendiri berdiri sejak tahun 2005, yang pada awalnya digagas oleh almarhum Ustadz Wahid Mukti. Sejak saat itu, TPQ ini terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam kehidupan religius masyarakat Desa Pengadegan.
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara rutin setelah Salat Ashar dan setelah Salat Maghrib, sehingga tidak mengganggu aktivitas sekolah formal para santri. Saat ini, TPQ juga mulai memasuki masa percobaan penerapan Sistem Madrasah Diniyyah Hidayatus Shibyan, yang diperuntukkan bagi alumni TPQ agar tetap mendapatkan pendalaman ilmu agama.
Selama hampir dua dekade berdiri, TPQ Hidayatus Shibyan telah mencetak banyak generasi yang memiliki bekal ilmu agama yang cukup. Para alumninya diharapkan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat serta berkontribusi positif bagi lingkungan Desa Pengadegan.
Keberadaan TPQ Hidayatus Shibyan menjadi bukti nyata komitmen masyarakat Desa Pengadegan dalam menjaga dan mengembangkan pendidikan Islam sebagai fondasi pembentukan karakter generasi masa depan.
by KKN Mahasantri Ma’had Aly Andalusia Leler 2026

